Warta

Hajime Moriyasu, Pelatih Lokal Jepang yang Membawa ke Piala Dunia

Perjalanan inspiratif Jepang di Piala Dunia 2026 harus terhenti oleh Brasil. Mengandalkan pelatih dan pemain lokal, Samurai Biru membuktikan sepak bola Asia...

Coach in a dark suit bowing slightly on the sideline with a credential lanyard around the neck on a football field behind a blurred crowd in stadiums
APRESIASI: Pelatih timnas Jepang, Hajime Moriyasu menyampaikan apresiasi pada seluruh pendukung setelah terhenti di fase gugur.(Sumber: Reutres/Issei Kato/viva.co.id)

catrawarta.comSalah satu tim Asia yang paling kuat, Jepang, beberapa kali lolos ke Piala Dunia termasuk ke FIFA World Cup 2026. Namun, tim tersebut belum bisa melewati fase gugur. Mereka selalu terganjal dan menerima kekalahan untuk segera pulang.

Kendati demikian, Jepang mampu menjadi contoh bagaimana sepak bola Asia bisa berkembang dan maju hingga mencapai impian semua negara, Piala Dunia! Tak mudah menapaki tangga menuju Piala Dunia yang menjadi dambaan seluruh negara di muka bumi ini.

Pada Piala Dunia 2026, Jepang melaju ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup F setelah bermain imbang melawan Belanda dan Swedia serta meraih kemenangan atas Tunisia. Hasil luar biasa bagi tim Asia meskipun bisa melangkah lebih jauh kalau saja tidak bertemu tim sebesar Brasil dulu.

Lebih luar biasa lagi, pelatih lokal yang menangani tim Jepang. Hajime Moriyasu menjadi arsitek dan mendesain timnya dapat lolos dari putaran pertama. Mereka sangat percaya diri, pelatih lokal tak kalah bagus dengan pelatih asing yang sering menjadi tumpuan tim-tim negara lain.

Cukup memaksimalkan potensi dalam negeri, Jepang mampu menorehkan prestasi dunia. Sebagian besar pemain juga merupakan asli lokal. Gaya permainan tak lagi seperti negara-negara Asia lain. Pasalnya, banyak pemain yang merumput di liga Eropa dan lainnya.

Mampu Bersaing

Hajime mengungkapkan rasa kecewanya usai laga melawan Brasil. Ia dan tim harus meninggalkan ajang terbesar sepak bola tersebut lebih awal. Namun, ia juga memberi catatan penting. Tim Jepang menunjukkan kemajuan luar biasa.

”Saya sangat kecewa karena kami harus meninggalkan turnamen pada tahap ini. Namun, para pemain telah memberikan segalanya, sama seperti yang mereka lakukan sepanjang perjalanan hingga mencapai babak ini,” ungkap Moriyasu dikutip dari antaranews.com.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim, pemain, staf pelatih, dan siapa saja yang telah memberi dukungan, kontribusi pada tim. Dirinya merasa terpukul dengan kekalahan dari Brasil namun menerima seluruh hasil dengan kelegaan dan akan melangkah lebih baik lagi.

Kemenangan Brasil atas Jepang merupakan yang ke-12 dalam 15 pertemuan. Kedua tim juga pernah bermain imbang dua kali, sementara Jepang meraih kemenangan pertama mereka dalam rangkaian pertemuan pada laga persahabatan di Tokyo bulan Oktober 2025 lalu.

Jepang membuktikan keunggulan potensi lokal. Mereka memanfaatkan pemain, pelatih, yang hamper semuanya merupakan produksi dalam negeri. Memang ada Zion Suzuki, sang penjaga gawang yang merupakan keturunan Ghana namun ibunya asli Jepang. Negara lain bisa melakukannya, bagaimana Indonesia?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *