Warta

Siswi SMA Kritik Juri Cerdas Cermat Tuai Pujian

catrawarta.com — Keberanian dan kejujuran sepertinya memang langka di negeri ini. Seorang siswi SMA Negeri 1 Pontianak yang berani dan jujur menuai...

Young woman with short black hair speaks into a microphone at a conference wearing a colorful patterned shirt and red lanyard
PROTES: Siswi yang berani protes pada lomba cerdas cermat MPR RI, Josepha Alexandra.(Sumber: instagram melchiasmekeng)

catrawarta.comKeberanian dan kejujuran sepertinya memang langka di negeri ini. Seorang siswi SMA Negeri 1 Pontianak yang berani dan jujur menuai banyak pujian. Sikapnya yang santun ketika ”protes” pada juri lomba cerdas cermat langsung membuat jutaan orang mengapresiasinya.

Sebaliknya, sikap juri, juga pembawa acara (MC) lomba cerdas cermat membuat netizen geram. Mereka menilai sikap antikritik ternyata tak hanya ada pada para pejabat dan elite tetapi sampai ke bawahannya.

Adalah Josepha Alexandra, peserta lomba cerdas cermat Empat Pilar MPR RI yang berlangsung di Kalimantan Barat. Ia mewakili SMA Negeri 1 Pontianak.

Ketika mendapat pertanyaan dari juri, ia sudah menjawab dan juri menilai salah sehingga mengurangi nilainya. Kelompok lain menjawab persis sama dan dibenarkan oleh juri sehingga nilainya bertambah.

Josepha langsung melakukan interupsi dan minta izin menjelaskan jawabannya yang sama persis dengan kelompok setelahnya. Namun, juri tetap pada pendiriannya. Bahkan mengatakan artikulasi Josepha tidak jelas. Padahal dari rekaman yang beredar, suaranya terdengar jelas.

Netizen Geram dan Marah

Tak berapa lama setelah mencuat ke media sosial, netizen geram dan marah. Mereka menuding juri tidak adil bahkan lebih ekstrem lagi ada yang menduga ada udang di balik batu.

Netizen menyampaikan dukungan pada Josepha yang tegas, berani dan santun menyampaikan keberatan pada sikap juri lomba cerdas cermat. Meskipun tidak mendapat respons baik dari juri, ia malah memperoleh dukungan dari seluruh Indonesia.

Seorang pegiat media sosial, Rian Fahardhi bahkan mengungkapkan keinginannya untuk memberi apresiasi pada Josepha. Ia mengapresiasi keberanian dan kejujuran yang sudah langka.

”Tolong bantu info ke saya, bagaimana cara menghubungi adik ini. Saya ingin membantu membuka akses pelatihan apapun yang dibutuhkan,” begitu tulis Rian dalam akunnya.

Ia menjanjikan pelatihan gratis terutama dalam public speaking, kepenulisan dan apapun. Semua tanpa biaya alias gratis. Tak lupa, ia menyinggung juri dan bersedia mengajari cara artikulasi. Kata artikulasi menjadi viral karena juri menuding artikulasi Josepha kurang jelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *