catrawarta.com — Kabar membanggakan datang dari dunia akademik. Tim Mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) UGM sukses menyabet juara pertama dalam ajang Graduate Student Paper Competition pada konferensi internasional bergengsi, 7th Asia Pacific IEOM Conference 2026, di Bangkok, Thailand.
Meski kompetisi yang digelar oleh IEOM Society International berlangsung secara virtual, persaingannya tergolong sengit. Tim UGM harus berhadapan dengan peserta dari 56 negara sebelum akhirnya dinobatkan sebagai yang terbaik di kategori makalah mahasiswa pascasarjana.
Tim terdiri atas Arham, La Ode Masri Ande Kolewora, Muhammad Taufiq, Saiful M, dan Virtuous Ikmal Wicaksono membawa riset berjudul ”The Mid-Term Forecast of South Sulawesi’s Renewable Energy Supply and Demand” di bawah bimbingan Ahmad Agus Setiawan PhD. Mereka membedah potensi energi terbarukan di Sulawesi Selatan.
Arham menceritakan pilihan jatuh pada Sulawesi Selatan karena wilayah tersebut merupakan sumber energi bersih yang luar biasa. Mulai dari tenaga angin, panas bumi, biomassa, hingga tenaga surya melimpah ruah di sana.
”Di antara semua potensi yang ada, yang paling besar adalah potensi air karena banyaknya sungai dan anak sungai yang bisa dimanfaatkan menjadi PLTA,” ujar Arham dalam rilisnya kepada media.
Lonjakan Permintaan Listrik
Dalam makalahnya, tim memotret lonjakan permintaan listrik yang drastis sejak 2015 di berbagai sektor, mulai dari rumah tangga hingga industri. Mereka pun menyusun proyeksi kebutuhan energi untuk periode 2025 hingga 2034 menggunakan pemodelan sistem yang akurat.
Menariknya, tim menawarkan dua skenario transisi energi. Skenario pertama adalah beralih 100 persen ke energi terbarukan dengan menyetop energi fosil secara total, sedangkan skenario kedua adalah kombinasi antara keduanya.
”Berdasarkan kajian, kita tidak bisa langsung melakukan penghentian total energi fosil. Skenario kombinasi, misalnya masing-masing 50 persen, jauh lebih efektif diterapkan dalam jangka menengah,” tandas Arham.
Tak sekadar mengejar piala, Arham dan kawan-kawan berharap riset tidak berhenti di atas kertas atau publikasi ilmiah saja. Mereka bermimpi hasil kajian bisa menjadi acuan kebijakan bagi Kementerian ESDM, DPR, hingga Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Keberhasilan membuktikan mahasiswa Indonesia mampu melahirkan solusi sistem yang relevan untuk tantangan energi global. Capaian di ajang IEOM Bangkok menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Menimbang Kualitas Karya Seni 